Demo Site

Senin, 19 Oktober 2015

Saat Diri Patah Hati

Yang aku fikirkan tentang cinta selama ini hanya indahnya, bak peminum anggur yang tergiur akan rasa tanpa tahu setelah itu mabuk jadinya. Yang aku fikirkan ketika menyelam dalam sumur cinta hanya manisnya dunia, tanpa terfikir bahwa mawar itu berduri tangkainya..

Dan disaat cinta mulai menampakkan wujud belakangnya, hati mulai merasakan perih tak teredam. layaknya luka disiram air cuka. Saat masalah mulai menghampiri kita ingat akan sajadah lusuh yang sudah lama tak dijatuhi air mata ketika berdoa. Saat hati berduka kita baru akan mengingat sang kuasa.

Duhai diri, bukankan dulu kau selalu meminta kepada Dia? meminta penerangan hati atas petunjuk yang diberikan? lalu mengapa saat doa diijabah kau anggap Tuhan melimpahkan kedukaan?
Bukankah sejak dulu yang kau inginkan adalah yang terbaik menurut dia? lalu mengapa kini kau dustakan?

Saat diri patah hati...
Ingatlah bahwa saat kau pulang, ada wajah ayah ibu yang harus kau ukirkan senyum, bukan berlena-lena untuk mengejar kebahagiaan yang menyesatkan...