Demo Site

Kamis, 15 September 2011

seuntai kisah dari gubuk tua



lelah,,
dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti
kumulai aktifitas pagi ini
antara semangat dan tidak

jalan ini masih sama
masih serupa dengan yang aku lalui
kemarin, minggu lalu, entah dari kapan
yang pasti belum ada yang berubah sejak pertama kali ku jejaki

pandanganku tertumpu pada sebuah rumah atau mungkin gubuk
rasanya gubuk itu slalu terkunci
dengan gembok usang yang mlekat dipintunya
dulunya aku fikir itu hanya bangunan tak berpenghuni
tapi kali ini pintu dan jendelanya terbuka lebar
ada apa??

penasaran
ku dekati gubuk itu
lihatlah, 
ada pasangan renta disana
seorang kakek yang terbujur lemah diatas dipan tak berkasur
disampingnya sang istri duduk
kain dan mangkok berisi air ditangannya
dengan senyum tulus terukir diwajahnya

mereka menoleh padaku
tersenyum :')
* ya Allah, guratan lelah tak bisa bisa bersembunyi dibalik senyum itu
aku dipersilahkan masuk

sahabatku..

mereka, pasangan yang hidup dalam limpahan kasih sayang
yang mulai menjajaki jalanan disaat orang2 masih terlelap
mencari apa saja yang masih bisa ditukar dengan rupiah2 penyambung hidup
kaleng bekas, botol bekas
apa saja yang diterima penadah

mereka pasangan yang ditinggal kedua anaknya
merantau karna tak tahan makan dengan lauk seadanya
karna tak tahan dengan jalan hidup yang tak kunjung berubah
ingin mencari peruntungan hidup sendiri

kali ini kakek jatuh sakit
untuk yang kesekian kalinya

sempat kubertanya
apa yang mereka rasa?
aku fikir di usia mreka yang telah senja ini
harusnya mereka hidup lebih baik
berkumpul di tengah keluarga
bersama anak cucu yang menyayanginya
didalam rumah yang tak bocor ketika hujan turun

ya Allah
mereka hanya tersenyum
memuji Keagungan-Mu
tak ku dengar sepatah keluh kesah darinya
sepatahpun tidak

" kasih sayang Allah sungguh terasa sangat dekat dengan kami, kami yang masih saling memiliki
udara yang masih bebas untuk kami hirup, dan hidup bukan dari belas kasih orang lain
cukup untuk menguatkan kami.

Bukan kesenangan harta yang kami cari
namun hidup dalam Ridho-Nya lah yang kami damba "

begitulah kata2 kakek yang masih kuingat sampai kini

wahai diri
becerminlah..
adakah kau tersenyum dalam sakitmu?
adakah kau bersyukur dalam sehatmu
dalam bahagiamu
dalam keluarga yang masih lagi bersamamu

pernahkah kau melihat kebawah
masih banyak lagi
orang-orang yang tak lebih baik kehidupannya
yang tak seberuntung dirimu

orang-orang yang mengais rezki dari apa-apa yang teah kau buang
yang tidur ditempat-tempat yang mungkin kau sebut kandang
kau belum lagi sesulit itu

lalu apakah yang membuatmu sering murung??
apa yang membuat hatimu selalu saja mengeluh??
kau masih jauh lebih beruntung
bersyukurlah !!
tersenyumlah !!
bagikan bahagiamu pada orang2 yang butuh

bahkan kebahagiaan itu , rasa syukur itu 
ada didalam rumah yang kusangka gubuk derita

bahkan kasih sayang kutemui dalam 2 tubuh renta

_maya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar