Demo Site

Selasa, 10 November 2015

Bersyukurlah, yang kau sukai diberi Allah sesekali..

Kebahagiaan itu seperti makanan kesukaan, yang tiap kali nikmati, memberikan kepuasan tersendiri. Coba bayangkan jika makanan kesukaanmu disuguhkan setiap hari. Perlahan kepuasaan itu memudar dan mulai tanpa rasa. Makanan itu mungkin tak menjadi kesukaan lagi.

Analogikan dengan hidup. Seringkali kita bahagia karena mendapat sesuatu yang jarang kita punya. Si kaya idamkan bahagia dengan hangatnya hidup si miskin. Si miskin pula inginkan bahagia dengan materi si kaya. Balikkan posisi mereka, berapa lamakah kebahagiaan itu bertahan? Setahun? Dua tahun?

Saya ingat ketika berkunjung ke sebuah daerah di Palu, Sulawesi. Moutong namanya. Perjalanan memakan waktu 4 jam dengan pesawat dan dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 9 jam. Pukul 5.30 waktu setempat kami sampai di Moutong dimana saat itu Mentari mulai terbit, naik ke singgahsananya. Itu adalah momen luar biasa yang membuat saya tidak tahan untuk bersorak kegirangan.

Tau apa yang terjadi? Saja jadi bahan tertawaan warga sekitar! Menurut mereka ini adalah hal yang biasa, bukan sesuatu yang menakjubkan hingga harus diberi sorakan.

Lagi, 2 minggu lalu musibah asap berkepanjangan menimpa Sumatera dan Kalimantan. Semua orang berharap akan hujan. Awal-awal turunnya sangat membahagiakan. Semua status di medsos membicarakan hujan, bersyukur akan hujan. Kegembiraan itu hanya berlangsung saat asap masih melingkupi udara kawan! Berikutnya? Keluhan-keluhan mulai berdatangan. Alasannya berbagai kegiatan tak dapat dilakukan karena hujan.

Maka bersyukurlah dengan yang diberikan Allah sesekali kepada kita, karena itulah yang bahagianya merasuk hingga hati. Bersyukurlah nikmat itu Allah berikan satu-persatu, hingga bukan kehampaan yang meliputi hati.

Adakah jaminan kebahagiaan jika yang kau sukai diberikan selalu? Adakah jaminan kebahagiaan saat kau diberikan harta berlimpah, makanan yang enak, teman yang baik secara terus menerus? Tanpa ujian, tanpa kesusahan?
Maka sekali lagi,  bersyukurlah karena apa yang kau sukai diberi Allah sesekali... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar