Demo Site

Minggu, 29 November 2015

Receh Penyambung Hidup

receh demi receh yang terkumpul kini tlah cukup tuk membeli sebungkus nasi...
kepingan2 yang tak seberapa itu mampu  mengubat lapar seorang manusia
aku tak mengeluh
tak pernah... hanya menjalani
hanya menapaki..
langkah demi langkah

sejenak aku berhenti
bersandar pada sebatang pohon
dipinggir jalan ini..
memandang sekitar
sejenak rehat sembari membuka bungkusan nasi, 
sesuap..
lagi dan lagi...

receh demi receh penyambung hidup
lembaran-lembaran seribu rupiah
terkadang dengan nominal lebih besar ikut menemani
hasil kerja keras..
yaa..
ini hasil keringatku sendiri
rezeki dari Ilahi..

jangan kalian kasihani aku..!!
tak pernah ku ulurkan tangan meminta belas kasih
dari kalian yang lalu lalang dengan sedan mewah
dengan Jas yang rapi mengkilat

aku fikir
kalianlah yang patut ku kasihani
tak kulihat seraut senyum tergambar diwajah kalian
aku iba !!
pada kalian yang sibuk dengan urusan dunia

di dalam sedan mewah itu kalian terpaku
lurus pandang kedepan
lalu kiri kanan??
ku rasa melirikpun tidak

tak sadarkah kalian??
di kiri ada bocah dengan baju rombeng mengetuk jendela mobilmu?
di kanan ada kakek cacat yang menjajakan minuman
menolehpun kalian enggan!!

hei !!
dimanakah hati??
masih adakah nurani??
oh Allah..
siapakah mereka yang begitu angkuh dengan titipan-Mu?

receh demi receh penyambung hidup
ku kais rezeki dari sampah-sampah kalian
sebisa mungkin ku berbagi
meski hanya sesuap nasi
meski hanya segelas air

sungguh miris....

hai engkau yang hidup,
yang dititipi nyawa dan harta
sadarlah..
kau hanya dititipi, diberi hak pakai bukan hak milik
apa yang kan kau jawab jika Pemilik titipan itu bertanya
tentang bagaimana kau menggunakan titipannya??

oh sudahlah..
cukup sudah rehat ini
dengan pemandangan yang menyesakkan hati
saatnya ku kembali melangkah
kumpulkan kembali receh demi receh
untuk makan malam nanti

maafkan jika jerit hati ini terdengar
semoga kita punya jawaban terbaik
untuk satu pertanyaan-Nya itu nanti

___________________________________________________________________________

ditemani ributnya suara kodok -,
pku, 2 Des 2011
22.07 wib
::ana habibah::

*inspirasi dari Ilahi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar