“Jangan mau kuliah psikologi,
nanti kamu bisa gila”, “Hati-hati dengan Dosen yang itu, galak!” dan banyak
sekali penilaian-penilaian subjektif yang menari-nari di sekitar telinga kita. Bukan
hanya itu, bahkan kadang mereka yang belum pernah bicarapun ikut angkat bicara.
Dan apa yang akibatnya? Yang dipengaruhi urung melangkah.
“Bekerja sebagai akuntan itu
memusingkan!”, “Bekerja sambil kuliah itu mustahil dilakukan!”. Lalu timbullah
kesimpulan dari penilaian itu yang berakibat dihiraukannya kesempatan.
Dalam kehidupan sehari-hari,
banyak sekali penilaian subjektif yang dilontarkan ketika kita hendak memulai
sesuatu. Banyak hal terutama yang negatif terhadap keputusan baik yang akan
kita ambil. Lalu siapakan yang dirugikan ketika kita menyerah karena hal yang
belum pasti terjadi? Bukan mereka yang seenaknya berucap teman, tapi kitalah
yang merugi.
Adakah jaminan atas ucapan yang
diangkat jadi pembicaraan itu adalah sebuah kebenaran? Adakah fakta-fakta
terungkap hingga kita berani menarik kesimpulan? Maka Objektifkanlah
penilaianmu, jalani hingga kau rasakan sendiri dan kumpulkan faktanya.
Penilaian subjektif itu sebagian
besar hanyalah sebuah opini, penilaian-penilaian pribadi yang mereka ungkapkan
hanya karena melihat satu dua kejadian. Tak sedikit lulusan psikolohi yang
berhasil bukan? Tak sedikit pula dosen yang digelar galak itu memberi peran
bagi kesuksesan. Banyak akuntan yang mumpuni, bahkan ketika mereka kuliah
sambil bekerja sekalipun.
Lalu apakah yang membuatmu masih
saja menyusahkan diri dengan terpengaruh oleh pendapat negatif mereka? Hingga kau
sia-siakan berjuta kesempatan di depan mata. Apakah yang membuatmu urung
melangkah sedang susah senangnya kau yang rasa
Dan janganlah susahkan hidupmu dengan pemikiran negatif, objektifitaskanlah penilaianmu. Jalani dan temukan faktanya!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar